TUGAS KELOMPOK IPA

nama kelompok:

– CICI MARYATI

– ULFIE DELIA ISMAYANTI

– DHEA FASHA LANDRIANI

– NIKEN ANGGRENI

– SITI HIJRAH

– LINGGIH SARI NURAINI

– DESI SUARDANI

*Karakteristik FUNGI

Fungi adalah organisme kemoheterotrof yang memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya (sumber karbon dan energi).

Pada fungi ada dua istilah, yaitu kapang (mold) yang merupakan fungi berfilamen dan multiseluler,  dan khamir (yeast) yaitu bentuk fungi berupa sel tunggal dengan pembelahan sel melalui pertunasan.

Identifikasi khamir serupa dengan identifikasi bakteri, yaitu dengan melalui tes biokimia, sedangkan identifikasi kapang didasarkan pada kenampakan fisik (morfologi), termasuk koloni dan spora reproduktif.

-Morfologi fungi

a. Khamir (yeast) merupakan fungi bersel satu (uniseluler), tidak berfilamen, berbentuk oval atau bulat, tidak berflagela, dan berukuran lebih besar dibandingkan sel bakteri, dengan lebar berkisar 1-5 mm dan panjang berkisar 5-30 mm.

b. Kapang (mold), tubuh kapang (thallus) dibedakan menjadi dua bagian yaitu miselium (kumpulan beberapa filamen yang disebut hifa) dan spora.

Fungi diklasifikasikan menjadi empat kelas utama berdasarkan reproduksi seksualnya yaitu Zygomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes, dan Deuteromycetes.

Kapang lendir memiliki tekstur seperti gelatin, basah, mengkilat, dan menyerupai kapang. Beberapa spesies berwarna putih, namun sebagian besar berwarna kuning atau merah. Pada kapang lendir terdapat cirri-ciri hewan dan tumbuhan dalam daur hidupnya. Sebagian besar kapang lendir dan kapang air adalah pengurai atau dekomposer. Umumnya kapang lendir ditemukan ditemukan di tanah basah, gelendong kayu yang membusuk, daun yang gugur, dan bahan organik lain yang dapat didekomposisi di tempat-tempat yang lembab. Ada 3 kelompok kapang lendir, yaitu kapang lendir sejati atau kapang lendir plasmodial ( Filum Myxomycota), kapang lendir jaring (Filum Labirinthulomycota), dan kapang lendir seluler (Filum Acracsiomycota)

Kapang air (Filum Oomycota dan Chytridomycota) adalah organisme serupa kapang yang tersusun atas sel-sel dengan filamen yang bercabang-cabang. Kapang air hidup sebagai dekomposer ataupun parasit yang tumbuh di perairan tawar atau pada hewan dan tumbuhan yang sudah membusuk. Jamur karat (rust) dan mildew tergolong ke dalam kapang air. Filum Oomycota meliputi sejumlah organisme yang bersifat patogenik pada tanaman. Filum Cytridiomycota sebagian besar  anggotanya bersifat uniseluler. Beberapa diantaranya memiliki tubuh berfilamen yang panjang.

Peranan Fungi yang menguntungkan: jamur merang (Volvariella volvaceae) dan jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan bahan makanan yang enak dimakan dan berprotein tinggi, Sebagai bahan dalam pembuatan tape (Aspergillus oryzae), kecap (Aspergillus wentii), roti dan anggur (Saccaromyces cereviciae), mengharumkan keju (Penicillium requeforti), oncom ( Neurospora sitophila), tempe (Rhizophus oryzae), penghasil antibiotik (Penicillium notatum), sebagai pengurai dalam ekosistem.

Peranan yang merugikan: menyebabkan penyakit sariawan dan keputihan pada wanita (Candida sp.), Amanita phalloides mengakibatkan gangguan pada ginjal, hati, dan jantung, beberapa Ascomycetes dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.

*Karakteristik  AMPHIBI

Bentuk tubuh katak berbeda pada saat larva dan dewasa. Bentuk larva cocok untuk hidup di air, bentuk dewasa sesuai dengan lingkungan darat. Ukuran tubuhnya kecil, bervariasi antara beberapa sentimeter saja. Warna tubuh di bagian punggung umumnya hijau berbercak hitam, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan ikan, kulit katak tidak bersisik dan selalu lembap atau basah. Hal ini disebabkan oleh kulit yang berfungsi sebagai alat pernapasan. Molekul air di kulitnya akan melarutkan oksigen sehingga oksigen dapat berdifusi ke dalam pembuluh darah. Amfibi adalah kelompok hewan yang melakukan pembuahannya secara eksternal dan internal. Bagi kelompok katak, telur yang telah dibuahi, dikeluarkan dan disimpan di dalam kantung penuh jeli. Telur ini dapat dibuahi saat jantan menaruh spermanya dekat betina. Bagi kelompok salamander, pembuahan berlangsung secara internal

*Karakteristik REPTILIA

.Tubuh Reptil ditutupi kulit bersisik yang relatif kering dan keras. Secara umum tubuh Reptil terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu kepala, leher, badan, dan ekor. Bentuk tubuh yang sangat beragam dan berbeda sangat ekstrem antara satu bentuk dan bentuk lainnya. Reptilia dibagi menjadi empat kelompok yaitu Kura-kura (Chelonia), Buaya (Crocodila), Kadal (Lacertilia), Ular (Ophidia). Tempat hidup anggota Reptilia sangat beragam, di laut, di air tawar, di darat/tanah, di dalam lubang, di pohon-pohon, dan di rumah. Seperti kelas Amfibi, Reptilia memiliki kloaka. Pada umumnya, di ujung kloaka reptilia jantan, termasuk Uromastix jantan, terdapat sepasang alat kopulasi yang disebut hemipenis, yaitu alat untuk menyalurkan sperma ke dalam kloaka betina. Telur Reptilia umumnya bercangkang lunak. Telur kadal bahkan tidak bercangkang. Oleh karena itu, telur kadal tetap berada di saluran telur sampai zigot berkembang menjadi individu baru, dan kemudian bayi kadal ke luar melalui kloaka. Dari luar, proses ini tampak seperti melahirkan. Oleh karena itu, kadal termasuk golongan ovovivipar. Kura-kura mengeluarkan telur yang bercangkang lunak ke dalam lubang pasir. Setelah semua telur keluar dari tubuhnya, induk kura-kura mengubur telur dengan pasir sampai telur menetas.

*Karakteristik AVES

Anggota tubuh depan mengalami modifikasi menjadi sayap, memiliki paruh dari zat tanduk yang kuat, tak memiliki gigi. Bentuk tubuh burung sangat spesifik. Keragaman jenisnya tidak terlalu berbeda jauh sehingga seluruh anggota Aves mudah dikenal, yaitu tubuh ditutupi bulu, berkaki dua, kaki ditutupi dengan sisik yang keras, berparuh dari zat tanduk, dan bersayap. Aves melakukan reproduksi secara internal. Betina menetaskan telur sehingga dikenal ovipar. Telur burung bercangkang keras, terbuat dari zat kapur. Pada burung jantan, alat reproduksi terdiri atas testis dan vasdeferens.

Pada burung betina, alat reproduksi terdiri atas ovarium dan oviduk. Burung merpati hanya memiliki satu buah ovarium dan oviduk untuk mengurangi berat badan sehingga memudahkan untuk terbang. Meskipun semua anggota Aves memiliki sayap, tidak semua burung menggunakannya untuk terbang. Contohnya, kiwi, jenis-jenis burung unta, dan kasuari. Kelompok Aves dikenal melalui telurnya, telur ayam, itik, dan burung unta sangat dikenal oleh masyarakat sebagai bahan makanan sumber protein tinggi. Tempat dan cara hidup burung bermacam-macam, ada yang hidup di air atau di pantai dengan kaki berselaput, burung yang hanya berjalan, burung yang hanya hidup di pohon (arboreal), burung penyanyi, burung buas, dan sebagainya. Dalam ekosistem, burung memiliki peranan penting, misalnya burung predator. Di Indonesia burung mempunyai keanekaragaman yang tinggi, tetapi beberapa jenis telah terancam punah.

*Karakteristik MAMALIA

Kulit Mamalia dilengkapi kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Gigi Mamalia bermacam-macam bentuknya mulai dari geraham, gigi taring, dan gigi seri. Jari tangan dan jari kaki tidak pernah lebih dari lima, banyak yang mengalami penyusutan. Jika kita lihat struktur tubuhnya, tampak adanya evolusi morfologi dari Aves ke Mamalia. Evolusi ini tampak jelas pada Mamalia yang paling sederhana, yaitu cungur bebek (platypus). Struktur tubuh masih berbentuk burung (bebek), tetapi penutup tubuhnya adalah rambut, seperti halnya Mamalia lainnya. Platypus masih bersifat ovipar, menetaskan telur, seperti kelompok Aves. Penetapan Platypus sebagai anggota Mamalia, yaitu adanya kelenjar susu untuk memberi makan anak-anaknya. Hewan yang satu kelompok dengan platypus, yang ada di Indonesia, yaitu di Papua adalah landak semut.

*Karakteristik PLANTAE

Ciri-ciri umum Plantae :
– Dinding selulosa
– Klorofil -> autotrof
– Multiseluler
– Eukariotik -> membran inti

*Berdasarkan bentuk habitus
– Thalophyta -> berupa talus -> belum punyabatang dan daun sejati
– Kormophyta -> berupa kormus

*Berdasarkan ada tidaknya pembuluh angkut
– Atracheophyta -> belum punya pembuluh angkut (Bryophyta)
– Tracheophyta -> sudah punya pembuluh angkut (Pterydophyta, Spermatophyta)

*Berdasarkan alat perkembangbiakan
– Thalophyta berspora -> Bryophyta
– Kormophyta berspora -> Pterydophyta
– Kormophyta berbiji -> Spermatophyta Karakteristik virus

Virus merupakan organism aselular (bukan sel), dia tidak memiliki organel-organel seperti pada makhluk hidup lain. Virus tidak dapat bereproduksi sendri, dia hanya bisa bereproduksi di dalam sel hidup.

Sejarah penemuan virus

Adolf Meyer (jerman) pada tahun 1883 menyelidiki penyakit yang mennyerang daun tembakau (menyebabkan bintik-bintik kuning). Ia berkesimpulan bahwa penyakit pada daun tembakau disebabkan oleh organism yang lebih kecil dari bakteri.

T virus

Pada tahun 1893, Dimitri Ivanowsky (Rusia) melakukan penyelidikan yang sama dengan cara menyaring ekstrak dari daun tembakau dengan menggunakan saringan bakteri. Ia berhipotesis bahwa penyakit itu disebabkan oleh bakteri, maka organisme tersebut tidak dapat melewati saringan bakteri. Akan tetapi, setelah hasil saringan disuntikkan ke pohon yang sehat, ternyata pohon tersebut terjangkit penyakit mosaic. Namun, Ivanowsy tetap berkesimpulan bahwa yang menyebabkan penyakit mosaik adalah bakteri pathogen, bakteri yang berukuran lebih kecil dari bakteri biasa yang menghasilkan racun.

Pada tahun 1897, M. W. Beijericnk melakukan penelitian lebih lanjut pada daun tembakau. Ia berkesimpulan bahwa penyebab penyakit pada daun tembakau adalah oeganisme yang berukuran lebih kecil dari bakteri dan hanya dapat hidup di dalam tubuh makhluk hidup lain.

Wandell Stanley (amerika serikat) pada tahun 1935 telah berhasil mengkristalkan organism patogen dari daun tembakau. Organism tersebut kemudian diberi nama Tobacco mosaic virus (TMV). Ia juga menunjukkan bahwa virus mempunyai protein dan asam nukleat.

Karakteristik virus

1.       Ukuran tubuhnya rata-rata antara 0,02-0,3 µm dan yang paling besar berukuran 200 nm

2.       Tersusun atas asam nukleat (DNA dan RNA) yang dilindungi oleh lapisan protein yang disebut kapsid

3.       Memiliki bentuk yang beraneka ragam

4.       Hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup

5.       Dapat dikristalkan

6.       Pada umumnya setabil pada pH 5,0-9,0

7.       Dapat dinonaktifkan dengan sinar ultraviolet atau sinar X

8.       Tidak terpengaruh oleh zat antibiotic atau zat anti kuman

9.       Dapat berperan sebagai agen penyakit, artunya virus dapat menginfeksi sel atau dapat menebabkan  perubahan, gangguan fungsi, atau kematian sel.

10.   Dapat berperan sebagai agen genetika, berarti dapat menyebabkan perubahan genetika pada sel yang terinfeksi

Struktur tubuh Virus

Reproduksi virus

Reproduksi virus dibagi menjadi dua yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

siklus litik

a.       Siklus litik

1.       Adsorbsi

Pada proses ini, virus menempel ke sel inang.

2.       Penetrasi

Virus mengeluarkan enzim Lisozim untuk melubangi dinding sel inang, kemudian memasukkan DNA virus kedalam sel inang.

3.       Replikasi

Setelah DNA virus mengambil alih metabolisme sel, kemudian DNA virus mensintesis bagian-bagian tubuh virus.

4.       Perakitan

Setelah bagian-bagian tubuh virus terbentuk, kemudian terjadi proses perakitan bagian-bagian tubuh virus menjadi virus yang utuh.

5.       Lisis

Pada fase ini, virus yang telah terbentuk akan keluar dari sel inang dengan cara merusak sel.

b.      Fase lisogenik

siklus lisogenik

1.       Adsorbsi

Pada proses ini, virus menempel ke sel inang.

2.       Penetrasi

Virus mengeluarkan enzim Lisozim untuk melubangi dinding sel inang, kemudian memasukkan DNA virus kedalam sel inang.

3.       Penyisipan gen

Setelah DNA virus masuk, kemudian dilanjutkan dengan penyisipan DNA virus kedalam DNA sel dan       kemudian disebut dengan provirus. (khusus untuk sel inang sang diinfeksi bakteriofage, disebut profage)

4.       Pembelahan

Setelah terbentuk provirus, sel akan membelah, dan hasil pembelahan sel telah terinfeksi virus. Setelah   terbentuk banyak provirus atau setelah sistem kekebalan sel melemah, virus akan melanjutkan   perkembangbiakan dengan proses eklipase (replikasi, perakitan, lisis)

Untuk info lainnya, akan di-posting pada postingan selanjutnya.

Ciri-ciri Monera

Seperti telah kita bahas di atas bahwa Kingdom Monera merupakan mikroorganisme yang memiliki inti sel, tapi tidak bermembran yang dikenal dengan prokariotik. Jadi semua bakteri tidak memiliki membran inti sel. Disamping ciriciri lain sebagai berikut:

a. Ukuran dan Bentuk Bakteri

1) Ukuran Bakteri
Bakteri merupakan organisme mikroskopis rata-rata berdiameter 1,25 mikrometer (μm). (mikrometer = 1/1000000 meter). Bakteri yang terkecil adalah Dialister pneumosintes dengan panjang tubuh 0,15 – 0,30 μm, sedangkan bakteri terbesar adalah Spirillum voluntans, panjang tubuh 13 – 15 μm. Ukuran bakteri adalah mikroskopis artinya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembab. Pada keadaan kekurangan air, bakteri akan tidak aktif bahkan dapat menyebabkan kematian.

2) Bentuk Bakteri

Ada 3 macam bentuk bakteri sebagai berikut :
a) Bentuk batang (Basil)
Bakteri bentuk batang dikenal sebagai basil (berasal dari kata bacillus yang berarti batang). Bentuk ini dapat dibedakan:

* Basil tunggal, bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal.
Contoh: Salmonella typhosa penyebab penyakit tipus, Escherichia
coli bakteri yang terdapat pada usus dan Lactobacillus.
* Diplobasil yaitu bakteri berbentuk basil yang bergandengan duadua.
* Streptobasil yaitu bakteri berbentuk basil yang bergandengan memanjang berbetuk rantai, misal Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks, Streptpbacillus moniliformis, Azotobacter, bakteri pengikat nitrogen.

b) Bentuk Bulat (Kokus)
Bakteri berbentuk bulat (bola) atau kokus dapat dibedakan:
* Monokokus yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misal Monococcus gonorhoe penyebab penyakit kencing nanah.
* Diplokokus yaitu bakteri berbentuk bola bergandengan dua-dua, misal Diplococcus pneumoniae penyebab penyakit pneumonia (radang, paru-paru).
* Sarcina yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat empat membentuk kubus, misal Sarcina luten.
* Streptokokus yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok memanjang berbentuk rantai, misal Streptococcus lactis,Streptococcus pyogenes penyebab sakit tenggorokan dan Streptococcus thermophilis untuk pembuatan yoghurt (susu asam).
* Stafilokokus yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni sepert buah anggur, misal Stafilokokus aureus, penyebab penyakit radang paru-paru.

C. Bentuk Spiral
Ada tiga macam bakteri bantuk spiral yaitu:
* Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral, misalnya Spirillum.
* Vibrio atau bentuk koma yang dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna misal Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera.
* Spiroseta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang dapat bergerak misal: Spirochaeta palida, penyebab penyakit sifilis.

1. KINGDOM MONERA

Kingdom Monera, terdiri atas

  1. Bakteri : Archaebacteria dan Eubacteria
  2. Ganggang hijau-biru. ( Cyanobacteria / Cyanophyta)

Bakteri memiliki ciri-ciri sbb:

  • Prokariotik
  • Dinding selnya mengandung peptidoglikan
  • Reproduksi dengan membelah diri (amitosis)
  • Memiliki plasmid
  • Mampu membentuk endospora jika kondisi lingkungan tidak baik

Ganggang hijau-biru memiliki ciri-ciri sbb:

  • Uniseluler dan multiseluler
  • Memiliki pigmen fikosianin
  • Memiliki klorofil
  • Habitat umumnya di perairan

Archaebacteria memiliki ciri-ciri sbb:

  • Prokariotik
  • Dinding selnya tersusun dari protein
  • Tidak mampu membentuk endospora
  • Mampu hidup di lingkungan ekstrim

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain:

  1. Leptospirosis, disebabkan oleh Leptospira sp.
  2. Tetanus, disebabkan oleh Clostridium tetani
  3. TBC, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis
  4. Lepra, disebabkan oleh Mycobacterium leprae
  5. Antaks pada sapi, disebabkan oleh Bacillus anthracis
  6. Difteri, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria
  7. Tifus, disebabkan oleh Rickettsiae prowazekii

Peran positif bakteri antara lain:

  1. Eschericia coli, berperan sebagai bakteri pembusuk sisa-sisa makanan di usus besar manusia.
  2. Acetobacter acetii, pembuatan asam cuka
  3. Acetobacter xylinum, pembuatan Nata de Coco
  4. Lactobacillus bulgaricus, pembuatan yoghurt
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: